Doa-doa orang-orang terdahulu saja (Seperti do’a para Sahabat, tabi’in, tabiit, para Wali, Anbiya diijabah (dikabul) oleh Allah, apatah lagi do’a para Nabi dan Rasul? Hakikatnya do’a para Nabi dan Rasul itu contoh untuk kita (umat) sebagai amaliyah, wabil khusus doa-doaa manusia pilihan, kekasih Allah, Nabi termulia, Rasul paling Agung .
”Dan Tuhanmu berfirman : Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Al-Mukmin : 60)
Sementara didalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Tirmidzi, Rasulullah bersabda : (yang artinya) ”Do’a itu adalah otaknya ibadah.”
Dan Hadist riwayat Imam Hakim dan Abu Ya’la, bersabda Rasulullah : (yang artinya) ”Do’a itu adalah senjata orang yang beriman dan tiangnya agama serta cahaya langit dan bumi.”
***
”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 186)
”Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. (QS. Al-Mukmin : 60)
”Bedo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al-A’raaf : 55)
”Maka serulah (sembahlah) Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya” (QS. Al-Mukmin : 65)
Tags : doa para nabi, doa nabi dan rasul, doa islam
Fix Bugs